Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Oktober 2010

RINDU GILA

Inikah yang kau seBut rindu ???

Mengabaikan kekhawatiranku ???

Tak mEnghiraukan keCemasanku ???



Rindumu . . .

TeLah meNghaLau seribu pemikiran . . .

Diantara peNat yang kuLewati.

CINTAI AKU SENDIRI SAJA

CiNtai aku . . . seNdiri saJa . . .
Tanpa maSa LaLu yaNg peRnah membuaikaNmu
Atau peraSaan yang peRnah meLukaimu.

MiLiki aku taNpa meMinta
MemiNtaku uNtuk jadi sEmPurna
Atau memiNta pada waktu
MemperCepat aLurnya

Jumat, 09 Juli 2010

ABADI

DuLu peRnah ada ciNta . . .
Tapi eNtah saat iNi.
Aku peRnah meNgabdi padamu taNpa meMinta baLasan.
Cintaku padamu meNghamba taNpa beRtanya
Menjadikanku buDak dEngan suKareLa.
Kata ciNtamu seoLah meNjadi peRintah yaNg tak teRbantah
Membuatku meLupakan sebuah petuah.

Waktu teLah tergeLinCir
meski keNangan moNdar maNdir

KEMARIN

KembaLikan haRiku . . .
SepeRti kemaRin aku meNg9enggam jaRimu.
Seperti keMarin ketika kita berbagi airmata.
KemaRin kau meMbeRiku haRi yaNg iNdah.
Meski haNya daRi seSuatu yaNg seDerhana.
Kisahmu teLah meNdamaikanku.
MembeRiku keSejukan daLam peNantianku.
Kita maSih meRindukan . . .
Meski riNdu yaNg terLarang.
Kita maSih meNcintai . . .

SEBERAPA SERING KAU MENGINGATKU

Jika waKtu tak beraLur . . .
Aku tak aKan ragu
KareNa paSti seMua waktumu haNya uNtukKu.
Tapi waKtu teLah meNjadi sebuah ruaNg
Yang meNjadi Lima bagiaN taNpa ceLah.
Dan aku beRtanya . . .
SebeRapa seRing kau meNgingatku ???
Apakah disemua waKtumu ???
Ataukah haNya detik waKtu yaNg teRsiSa ???

SEMALAM KAU TIDUR DI KAMARKU

Kuketuk beRkaLi kaLi . . .
Tak ada jaWaban.
KupaNggiL beRuLang uLang . . .
Tak ada saHutan.
SedaNg apa kau dikaMarku ???
MengaPa tak kau buKa saJa dan meMbiaRkanku maSuk ???

Aku meNgantuk . . .
Dan aku LeLah meNgetuk.
Aku iNgin tiduR . . .
Tapi kau terLanJur meNdeNgkur.

KENANGAN BODOH

Masih iNgin kuRangkai kaLimatku.
Tentangmu . . .
Tentangku . . .
Tentang kisah kita.
Meski teLah teRkubur
Meski teLah teNggeLam.
WaLau tinta iNi teLah meNgeRing
Dan LembaRan keNangan kiTa teLah uSang.

KetakuTan iNi teLah meNikam hatiku.

TERBUNUH KESETIAAN

Kau taWarkan raSa
Dan aku meNoLaknya.
Kau beRi aku jaNji
Tapi aKu puNgkiRi.
Bukan kaRena aku keJam
Tapi kaRena aKu setia.

Kesetiaan bagiku adaLah suMpah
Meski kau tawarkan seSuatu yang Lebih indah.
Maafku meMinta . . .

PUISIKU DALAM CINTA

Cinta iNi haDir daRi seKepiNg keCemasan.
Dari seuNtai keTakutan.
Ijinkan aku beRsaNdar.
Meski haSratmu beRontak hiNgar biNgar.
Cintai aku . . .
Dan jaNgan peRnah beRtanya caRanya.
Karena kau puNya beRibu caRa uNtuk meNcintaiku.
Mungkin dEngan diam kau teLah tahu.
Bahwa ciNta tak buTuh aLasan.
Tapi toLoNg sekaLi iNi saJa uNgkapkan ciNtamu.

BENCI BERSABDA

TeriNgat seSaat waKtu yaNg teLah Lewat.
Masa yaNg sehaRusnya aKu beNci dan aKu LupaKan.
Masa yaNg teLah meMbutakan mataku daRi seMua keiNdahan.
Saat diMana puJian meNjadi sebuah caCian.
Masa yang meNgukir keNangan yaNg meNgantarkanku pada dEndam yaNg berkepaNjangan.

Benci beRsabda . . .
Memekik keRas diteLingaku . . .
Meng9iLa diotakku . . .

SERPIHAN DENDAM

Mengapa haRus meNcintaiku jiKa kau tahu ciNta ini haNya akan membuNuhmu.
Cinta yaNg hanya membuat batinmu teRkoyak oLeh duRi yang meNcekik Lehermu.
Cinta yaNg hanya membuatmu meNguRas airmata dan meNghiSap daRahmu seNdiri.
Cinta yaNg meMaksa uNtuk meMecahkan kepaLamu.

Mengapa haRus meRindukanku jiKa kau tahu riNdu iNi meMbuatmu mati.
Rindu yang kau suLut yaNg membaKar amaRahmu.
Rindu yaNg meNgendap teRtimbun caCi maki.

BIARKAN AKU DIAM

Dengan diam sEmoga kau mEngeRti.
Bahwa diamku adaLah seMua jaWaban atas peRtanyaanmu.
Aku diam . . . bukan beRarti tak meNgerti.
Tapi dEngan diam . . . kau aKan meMahami bahWa semua yaNg ingin kau tahu tak haRus kuJawab deNgan kata kata.
Karena deNgan diam akan Lebih menJawab daRi biCaRa.
Biarkan aku diam . . .

BUKAN PUISI

Maafkan aku jiKa muLai meLupakanmu.
Bukan beRarti meNghapusmu atau meNgubur kiSah yaNg peRnah ada.
Aku haNya iNgin berheNti . . .
Untuk teRus beRpuisi dEngan beNci . . .
TeRus menuLis deNgan amaRah . .

Biarkan aku beLajar meLupakanmu . . .
Dan muLai meRajut kiSah beRsama suaRa hatiku.

TAKDIR CINTA

Cinta . . .
KemaNa meLangkah . . .
Takdirmu disiNi dan jaNgan peRgi.

Meski peNgoRbanan ini tak berniLai.
Tapi peNgabdian ini tak akan usai.

Kepadamu seLuruh setiaku.
Untukmu semua maafku.
Siapapun kamu . . .

PEMILIK RINDU

SesuNgguhnya riNdu iNi tak peRnah Lenyap.
Meski hadiR diaNtara seLa seLa hatiku yaNg peNgap.
Tapi aku tak peRnah meNcoba beRhenti meRatap.
Tuk meNguNgkap seJuta miMpi dan haRap.

Musim teRus beRganti . . .
Waktu kian berLari . . .
Dan riNduku teRus beRjaTuhan bagai daun daun keRing.
Terus meNgikis keSakitanku diaNtara heNing.

CINTA DI ATAS KURSI RODA

Di paNtai ini . . .
Hanya jeJak kaKiku yaNg tak terLihat.
Riak keCiL daTang meNg9oda . . .
MeLukis haRap diatas paSir.

Ku teRdiam . . .
Meski aNgin keRap meNyapa.
Ku teRpaku . . .
Membisu . . .
Ketika meNtaRi meNcoba biCaRa diuJung seNja.

CINTA DI ATAS GUNUNG

Mendaki daN teRus berLari . . .
KuLaLui beBatuan keSomboNganmu.
KeRas dan taJam daRi segaLa aRah sePerti siFatmu.

KeaNgkuhan teRus beRsemayam . . .
Berhiaskan iLaLang dan beLukar caCi makimu.
Tapi aku tak aKan diam waLau tak beRgeRak.
Dan aku tak akan LeLah meSki tak berpeLuh.

BUNGA MENANGIS

Disini buNga meNangis . . .
MeLihat dahan beRceNgkRama deNgan huJan.
MenyakSikan daun beRcumbu deNgan bayu.
MeRasakan geMeriCik riNtik yang meNguSik.

DisiNi buNga teRus meNangis . . .
Menyambut maLam deNgan keSediHan.
Mencoba meLoLoskan diRi daRi kepuNgan sepi.
MenguRai jeRat dan tiKaman duSta.

SEPENGGAL CERITA USANG

Kau peRnah biLang "Kau haRus baNgkit demi aku".
LaLu kau beRi aku seBentuk hati.
Meskipun tak sEmpuRna tapi mampu meMbeRiku nyaWa.

Kau peRnah biLang "Aku menyaYangimu".
LaLu kau aJak aku jaLani ceRita.
Meskipun peNuh Luka tapi meMbeRiku maKna.

Kau peRnah biLang "Aku meNcintaimu".
LaLu kau beRi aku mimpi.
Meskipun seLaLu teRusik pagi tapi membuat hadirku beRarti.

TERDIAM

KaLi ini aku diam . . .
Atas kepuRa puRaan yaNg kau seNgaja.
Atas kepaLsuan yaNg kau samaRkan.

KaLi ini aKu akan diam . . .
WaLau emoSiku teRcabik.
Meski aMarahku teRusik.

Dan biaRkan aku teRdiam . . .
Jangan beRtanya meNgapa airmata ini tak biSa aku taHan.
Karena aku haNya mampu diam . . .